26 Rabi' al-Akhar 1438 | En | FrDe | Tr
Pencarian Terperinci
Akidah Masyarakat dan Keluarga Muamalah Akhlak Jinayah Permasalahan Umum Masalah Kontemporer Ibadah

Memalsukan Kandungan Susu

Memperhatikan permohonan fatwa No. 1757 tahun 2006 yang berisi:

    Saya mempunyai usaha pendinginan susu dan mendistribusikannya ke perusahaan-perusahaan besar untuk diolah menjadi berbagai jenis produk susu dan turunannya. Perusahaan-perusahaan ini meminta kadar keasaman tertentu (13 pH) pada susu yang merupakan kadar keasaman ketika diperah. Tapi, kadar keasaman itu akan meningkat menjadi 20 pH atau lebih sejak pemerahan dan penyerahan susu kepada saya dari para peternak sampai susu itu mendapatkan pendinginan yang cukup untuk dikirim ke perusahaan-perusahaan besar. Jika kadar keasamaan ini meningkat maka perusahaan itu tidak mau menerima susu itu. Oleh karena itulah, saya memasukkan bahan kimia khusus berupa amonium klorida dan natrium hidroksida ke dalam susu untuk mengurangi kadar keasaman hingga batas yang diinginkan. Semua orang yang melakukan usaha bisnis seperti saya selalu melakukan hal yang sama, bahkan hal ini diketahui juga oleh perusahaan-perusahaan itu. Selain itu, saya juga menerima susu dari para peternak dan saya pun mengetahui bahwa susu-susu itu dicampur dengan air dalam kadar tertentu dan memiliki kadar keasaman yang lebih tinggi dari kadar yang diinginkan. Apakah mencampur susu dengan bahan kimia seperti ini dibolehkan? Jika boleh, seberapa besarkah kadar yang dibolehkan? Apakah mencampur susu dengan air dibolehkan?

Jawaban : Dewan Fatwa

    Setelah kami berkonsultasi dengan para pakar dalam masalah ini, termasuk ketua Bagian Pengkajian Pangan di Lembaga Riset Nasional, kami mendapatkan penjelasan bahwa undang-undang pengawasan dan standarisasi produk Mesir maupun internasional menganggap tindakan mencampur benda apapun ke dalam susu atau menyebabkan perubahan bagaimanapun bentuknya dari keaslian susu merupakan tindakan kriminal. Hal ini baik benda yang dicampurkan itu dapat membahayakan kesehatan ataupun tidak, dan dalam kadar apapun yang dapat merubah keaslian kandungan alami susu atau sifat kimianya. Pelaku tindakan ini sendiri dapat dikenakan hukuman pidana.

Susu yang diizinkan untuk dipasarkan adalah jika memenuhi kriteria berikut:

1. Yang dimaksud dengan susu adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar susu dari hewan mamalia yang kadar asam laktatnya tidak lebih dari 0,16 - 0,17%.
2. Susu mengandung air sebesar 87 %, karbohidrat (gula susu/laktosa) 4,5 – 5%, lemak 3 – 3,5 % pada susu sapi dan 5,5 – 9 % pada susu kerbau, protein 3,3 % (sapi) dan 4,5 % (kerbau), mineral (kalsium) 120 mg/liter (sapi) dan 108 mg/liter (susu kerbau). Ditambah beberapa jenis vitamin dan garam mineral lain yang kadarnya sedikit.

    Ini adalah spesifikasi susu cair baik yang telah didinginkan atau telah melalui proses pasteurisasi yang boleh diproduksi berdasarkan undang-undang.

    Untuk melengkapi penjelasan di atas, berikut kami sebutkan jenis-jenis pemalsuan kandungan susu yang disebutkan dalam literatur ilmiah maupun undang-undang. Jenis-jenis pemalsuan tersebut adalah:

1. Mengurangi kepekatannya dengan air atau mengambil sebagian kepala susunya.
2. Menambahkan susu skim ke dalamnya.
3. Mencampur tepung aci atau bahan perekat lain ke dalam susu yang kepekatannya rendah karena telah dicampur dengan air guna meningkatkan kekentalannya sehingga tampak mengandung kadar lemak yang tinggi.
4. Kadangkala ditambah sedikit garam dan gula guna meningkatkan angka laktometer sehingga kualitas susu tampak bertambah.
5. Mencampur susu dengan bahan pewarna guna menampilkan susu kerbau agar tampak seperti susu sapi karena kelangkaan susu sapi.
6. Menambahkan beberapa bahan pengawet seperti formalin, boraks atau beberapa jenis kimia pembakar seperti karbon, bikarbonat, sodium, natrium hidroksida dan amonium klorida, atau beberapa jenis antibiotik.
7. Ada sebagian peternak yang mengambil kembali susu yang telah dikurangi kepala susunya lalu menjualnya kembali dengan mengatakan bahwa itu adalah susu asli. Atau ia mencampur kedua jenis susu itu.

    Cara-cara pemalsuan susu ini dan cara-cara lain yang belum diketahui tidak mungkin dibenarkan atau diakui undang-undang. Ditambah lagi, cara-cara seperti itu dapat mengakibatkan efek negatif, di antaranya adalah:

1. Munculnya berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh susu palsu itu sesuai dengan jenis pemalsuannya.
2. Mengurangi nilai pangan dari susu dan produksi turunannya.
3. Munculnya kesulitan ketika proses pengolahan susu atau proses produksi turunannya, seperti yang terjadi dalam penggunaan susu yang telah dicampur dengan salah satu bahan pengawet, zat kimia atau antibiotik dalam produksi susu fermentasi atau keju.

    Kesimpulan: tidak boleh menambahkan bahan asing ke dalam susu, baik bahan itu dapat membahayakan kesehatan maupun tidak dan dalam kadar berapapun juga. Hal ini berdasarkan undang-undang pengawasan dan standarisasi produk serta riset ilmiah. Demikian penjelasan Lembaga Riset Nasional.

    Dengan demikian, pemalsuan secara umum, maupun pemalsuan yang khusus berkenaan dengan makanan, baik untuk seluruh kalangan atau anak-anak saja, adalah perbuatan yang diharamkan dalam syariat. Hal ini berdasarkan hadis-hadis yang menjelaskan mengenai masalah pemalsuan ini, seperti sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya dari Abu Hurairah r.a.,

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا
"Barang siapa yang menipu kami, maka ia bukan golongan kami."

    Pada suatu hari, Abu Hurairah berjalan di daerah Harrah di Madinah, lalu ia melihat seorang laki-laki sedang membawa susu untuk dijual. Kemudian beliau melihat ke susu itu, ternyata susu itu telah dicampur dengan air. Maka beliau pun bekata, "Bagaimana jika dikatakan padamu pada hari Kiamat, "Pisahkan air ini dan susu." (HR. Baihaqi dan al-Ashbahani dengan sanad yang la ba`sa bih sebagaimana dikatakan oleh al-Mundziri dalam at-Targhîb wat-Tarhîb).

     Berdasarkan hadis ini dan hadis-hadis lainnya, maka kami berpendapat bahwa tidak boleh menambahkan bahan amonium klorida dan lainnya yang dapat menjaga kadar keasaman susu pada batas tertentu. Begitu pula, tidak boleh menambahkan air atau mengganti kandungan alami dari susu tersebut.

Wallahu subhânahu wa ta'âlâ a'lam.

Home Tentang Kami Kirim Pertanyaan Peta Situs Kritik dan Saran Hubungi Kami